Minggu, 20 Desember 2015

Role model in every single way. *×*

I feel so happy that Monday-Sunday is almost over.
3 important things that happened :
  • Celebreted eirene Youth Christmas yesterday.
  • Spend weekend at my home, start from Friday-Sunday (maybe, until this season :p)
  • Spent my quantity time with my daddy and old sister. It's been a long time we haven't crucking joke together as we used to be.


So, i have more time for take a pict. I addicted. What i wore, felt like a youth teen girl (Hahaha, no offense :p) Check this out! 



 



Cheers,
Ansyella

Selasa, 15 Desember 2015

Bekerja tidak hanya untuk diri sendiri

Sumber tulisan : Bilangan 4:17-32

Setelah hampir 2 tahun, akhirnya saya memutuskan resign dari perusahaan leasing. Ini memang keputusan yg cukup berat. Pasalnya, saya harus meninggalkan pekerjaan yang awalnya saya berpikir, saya mampu melewati semua tantangan, masalah dalam saya mengemban tugas dan tanggung jawab. Dan ternyata, sebagai evaluasi diri sendiri saya ternyata masih jauh yang namanya kerja jujur, punya etos kerja, loyalitas, dsb. Sehingga nama saya terdaftar dari red line secara sistem, dan ini kebijakan dari seorang pemimpin baru. :)

Days has gone, saya sadar bahwa kehidupan pekerjaan tidak selalu menjanjikan kita ke level hidup yang punya iming-iming kita bakalan merasa pekerjaan ini (saat ini) bagian hidup kita, "saya nyaman dengan pekerjaan ini", bangga dengan pekerjaan. Tapi, ada saat pekerjaan itu bakalan menguasai diri kita. Sampai tak sedikit antara kita bakal nyerah dan putus asa.

Jujur nih, secara pribadi, ini bukanlah putus asa. Tapi, sudah saatnya saya bekerja untuk melayani TUHAN. Bukan maksud saya semua pekerjaan bukan dari Tuhan. Tapi, mengerjakan atas dasar KASIH. Kasih kepada sesama, Kasih kepada keluarga, dan pastinya mengasihi Tuhan dengan segenap hati.
Pengalaman saya bekerja karena dasar untuk diri sendiri, merupakan pengalaman berharga dengan harapan saya bakal melakukan tanggung jawab yang manfaat bukan diri sendiri. Tapi juga untuk sesama sekalipun pekerjaan sederhana.

Humble work becomes holy work when it's done for GOD


Cheers,
Ansye Kawahe



Sabtu, 10 Oktober 2015

Stay healthy

Bisa dikatakan minggu ini minggu kelabu. Haha...pasalnya, seminggu full saya menghabiskan waktu di rumah yang ada di kampung halaman. Yup, Towuntu Minahasa Tenggara. Seminggu pula saya memilih untuk tidak bekerja dikarenakan tifus saya kambuh lagi hari senin kemaren. Untung saja, sobat saya sekaligus kakak Fitri menjadi pertolongan pertama disaat saya sakit. Disini pula akhirnya mengerti "tetangga" adalah orang pertama yang menolong kita kalau kita kenapa-kenapa. Keluarga yang jauh, pastinya datangnya belakangan. But, puji Tuhan saya dipulihkan lewat pergumulan sakit dan tentunya semakin dikuatkan untuk semangat menjalani kehidupan yang penuh dengan misteri. Emang yang namanya "sehat" itu sangat mahal dan berharga.



Ketika saya pulang ke rumah di kampung halaman, saya menyibukan diri bersama kakak untuk membersihkan rumah yang dihuni Papa selama 4 hari dalam seminggu. Sisanya Papa menghabiskan waktu bersama Istri dan anak-anaknya di Manado. Mulai dari ngepel semua lantai, menyuci sprey dan pakaian Papa, masak, hingga semua tanaman yang ada dihalaman dan di dalam rumah diatur kembali biar tampak lebih indah dan tidak lagi berdebu.
Saya akhirnya merasakan kepuasan dan berpikir bahwa semua ini saya lakukan demi kebaikan diri secara pribadi dimasa yang akan datang.
Kebersihan itu penting untuk kelangsungan hidup kita.



Setiap hari yang bisa kita lakukan adalah menyapu lantai dan membersihkan rumah kita dari kotoran dan debu yang menjadi sumber segala penyakit. :)


Keep Clean,
ANSYELLA


Jumat, 02 Oktober 2015

Family POTRAIT

Apa itu keluarga? Konsep paling "ideal" keluarga itu seperti yang kita ketahui, ada satu Bapak, satu Ibu, satu atau dua anak bahkan lebih, jika masih ada Kakek dan Nenek akan menjadi baik. But, in another side, masih saja kita jumpai hanya ada Ibu dan Anak, Bapak dan Anak, bisa jadi Kakak dan Adik, Bapak dan Ibu, bahkan seorang Anak hidup seorang diri.

Yang menjadi pertanyaan, "kapan terakhir kita melakukan sesi foto keluarga yang lengkap (utuh)?" jika pertanyaan ini ditujukan pada saya, saya bakal jawab momen ini tidak pernah terjadi sepanjang kehidupan saya bersama keluarga yang didalamnya Saya, Papa, Mama, dan Kakak. Saya terkadang iri ketika saya berkunjung ke rumah teman saya bakal lihat beberapa foto keluarga terpajang di ruang tamu dengan pose tertentu yang sudah diatur (seolah mereka begitu bahagia). Mengenakan kostum yang telah disepakati bersama.

Bagaimana dengan saya? Boleh dikatakan kata "ideal" itu tidak menghiasi dinding rumah saya. Yang saya maksudkan adalah foto keluarga lengkap. Tapi saya berusaha menghilangkan rasa "tidak bersyukur" dengan selalu percaya bahwa every moments is so precious when i am with my family.
Nyaris "Ideal" itu sekitar 19 tahun yang lalu saat saya masih berusia 4 tahun berfoto bersama Papa dan Mama saat menghadiri acara wisuda Papa disalah satu Perguruan Tinggi Perikanan di Jawa Timur. Saya mengenakan dress mini, rambut cepak, dengan wajah sedikit cemberut karena kelaparan (hehe). Tak kalah, Mama juga mengenakan blazer merah dalaman kemeja putih dibarengi tas kulit berwarna hitam (Yang sekarang masih bersama-sama dengan mama didalam peti sejak 30 September 2007). Dan tentunya Papa yang mengenakan toga sebagai tanda kelulusannya. Saat itu pula Kakak tidak bisa bersama dengan kami karena Mama menitipkan dia sama Oma di kampung halaman.

Foto ini satu-satunya foto lawas yang tersisa saat kami tinggal di Sidoarjo selama 3 tahun lebih. Yang sekarang tepat terpampang begitu rapi di lemari hias milik oma (ibu dari mama).

Foto versi tidak lengkap dan tidak se-"ideal" pada umumnya, bagi saya itulah arti keluarga. Karena, ketika tidak sempurna, inilah menjadi alasan terbesar kami akan kembali pulang.


Ansyella

Selasa, 29 September 2015

Life changing/Big things

It's another tuesday alone in the near office shop and i enjoy it even more. No need dress up nor meeting anyone you don't really want to. This week been brutally took my time for office work. I somehow enjoy the hectic days because as i am about to reach almost 2 years being in this company, the responsibility has been raised to reach my target selling every month. :)



Despite of the need to upgrade my self for a better career (and living,too), the great opportunity to learn the best people in the field.

Simply i need to do something big as well. :p

Regard,

Ansyella


" Now all you can do is wait. It must be hard for you. But, there is a right time for everything. Like the ebb and flow of tides. No one can do anything to change them. When it is time to wait, you must wait "



Minggu, 27 September 2015

Eirene Youth

Kalau mau ditanya "what makes you happy,recently?" dengan lantang saya akan jawab "Eirene youth". Kekompakan pemuda buat saya mengerti bahwa saya tidak sendiri didunia ini, saya butuh mereka, saya rindu akan perawakan dan karakter mereka yang masing-masing punya keunikan tersendiri. Dan, saya pun bahagia, bisa tertawa lepas, saya menyadari mereka bukan hanya rekan-rekan sepelayanan, tapi mereka juga saudara saya, keluarga saya.
Saya merasa Tuhan bersama-sama saya ketika saya tepat berada ditengah-tengah mereka. Let i say, mereka luar biasa.
Beberapa waktu yang lalu, atas perkenan Tuhan, Kami bisa ikut berpartisipasi dalam kegiatan sinode tahunan. Dan puji Tuhan, tidak membawa pulang hasil yang sia-sia. Itu semua berkat pengorbanan, kerja keras ketua dan penatua, dan terus belajar. Ka Heskiel, dalam kesabarannya yang terus memberikan semangat,motivasi, dan dorongan untuk terus optimis apa yang kita kerjakan. Daaannn... Tuhan Yesus Kristus sumber segalanya. 

Doa :
"Bapa...saat aku tidak mampu untuk membalas kebaikan mereka. Aku tahu berkat Tuhan selalu tercurah kepada mereka."

Semangat terus teman-teman, terus menjadi saksi Kristus melalui talenta dan sikap kita terhadap sesama! :)










God bless us,
Ansyella Olviana Kawahe

Rabu, 16 September 2015

4 awe(some thing)s

Hal-hal yang hebat dan mulia

Terkasih, kehidupan yang terbentang dihadapanmu, aku berharap keyakinan dan kepercayaanmu sama seperti aku. Bisa kamu ingat untuk kebersamaan kita dikala itu. Aku ingin bertahan dari kekagumanku atas kamu pada hal-hal mulia yang pernah kau kerjakan padaku. Sama seperti sinar matahari dan petir, hujan dan cahaya bintang, serta kehebatan seorang pahlawan. Biarlah hatimu haus akan semua itu, karena aku sungguh sangat menikmatinya.
Aku yakin, pada suatu saat nanti hari itu akan tiba aku dan kamu akan sungguh bersyukur  kepada Tuhan atas karunia terbesar yang kita dapatkan, apa yang Tuhan kerjakan.

Nyanyikan iramamu dan sesukamu

Terkasih, ternyata kamu memiliki nyanyian tersendiri. Energi dan tujuanmu terkadang buat aku bingung, tapi tiba-tiba pula aku takjub karena terungkapkan melalui peristiwa yang menyentuh hati yang telah kau kerjakan. Dentingan nada hatimu melekat dalam jiwa. Ungkapan tulus dan apa adanya jujur buat aku tersakiti tapi sungguh memiliki daya tarik dan menyenangkan.

Kebenaran dalam diri Anda

Aku yakin betapa indahnya kebenaran itu. Aku menatap kebenaran itu, dan akan menjadi inspirasi untuk menjadi pribadi yang penuh cinta. Dan pada saat itu, kau akan tahu melalui mata cinta. Dan segala sesuatunya akan jadi berbeda.

Tepat dihadapan Anda

Kesederhaan cinta sejati tidak lagi kau lelah mencarinya. Karena kau akan menemukan dimanapun (Ketika waktu Tuhan tiba)


Saling mengasihilah kini, pada malam dan siang hari, pada musim panas dan musim dingin...
Anda berada di dunia untuk hal itu dan selain hal itu adalah segala sesuatu yang tidak penting, ilusi, dan kesia-siaan.
Hanya ada satu ilmu pengetahuan yaitu kasih,
satu kekayaan yaitu kasih,
satu kebijaksanaan yaitu kasih.
Saling mengasihi adalah semua hakikat hukum dan ajaran para nabi

-Anatole France

Senin, 22 Juni 2015

Cerita musim Penghujan

Napas berembus mengepul dari mulut saya dan seketika pula menghilang ditelan malam bulan Juni. Bulan yang telah lama dinanti untuk jawaban segala doa harapan, ternyata hanyalah sebatas angin malam yang hilang entah kemana arah perginya. Saya baru saja menjadi 'ex' dari seorang lelaki yang adalah teman semasa kecil yang memutuskan di awal oktober menjadi deman untuk hari-hari yang Tuhan telah anugerahkan. Keputusan kami tidak begitu menyakitkan atau sulit. Kami tahu, bahwa percakapan kami semalam selama kurang lebih 2 jam adalah percakapan berkualitas. Kami sadar, bahwa tidak bisa paksakan status kami sebelumnya, mungkin kami hanya mencoba selama kurang lebih setengah tahun. 
Ketika saya menutup mata (bukan untuk terlelap, tetapi kembali mengingat apa yang kami lakukan), tiba-tiba terlintas sesuatu dalam pikiran saya. Saya akhirnya paham betul apa yang diinginkan dari seorang dia. Saya bangkit dari tempat tidur dan mengambil buku harian periode February 2015-May 2015. Ternyata, kalimat curahan hati saya kepada Tuhan tentang pasangan ternyata ia tidak sama sekali mirip dengan apa yang saya tulis, katakan, dan doakan. Mengapa begitu? Saya bertanya lagi kepada diri sendiri, bahkan sesekali menghalangi untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tolol.

Napas saya terhenti sejenak, saya memahami sesuatu yang sebelumnya belum pernah saya mengerti. Saya ternyata tidak cukup pintar untuk bisa berhasil membawa hubungan spesial dengan seseorang dengan waktu yang cukup lama. Saya bahkan iri melihat teman saya bisa menikah dengan pasangannya yang masa pacaran hanya 5 bulan saja, bahkan ada pula teman saat seorang pria menyatakan cinta-nya bukan "maukah kamu jadi pacar-ku?" tapi sebuah pernyataan lembut tapi seolah-olah kuat dan optimis tidak akan goyah "maukah kamu jadi istri-ku?". 
Mungkin inilah yang menghalangi saya untuk memperoleh apa yang sesungguhnya saya inginkan dalam hidup dalam konteks "pasangan". Bukan karena saya 'tukang pilih' yang sebelumnya telah dilontarkan banyak orang. Tapi, saya tidak bisa menerima takaran (kata kasarnya, takdir) yang mungkin Tuhan ijinkan terjadi.

15 menit kemudian, ponsel kembali berdering dan nama-nya yang belum saya rubah terpampang jelas dilayar ponsel.
"Sye...?" kata dia tidak mengawali "hallo"
"Ya?" sahut saya mengambil nafas dalam-dalam
"Waktu yang telah kita buang, adalah waktu yang berharga kan? Tidak sia-sia bukan? Kalau kita tidak keseringan menelfon siang-malam mungkin kita tidak mengenal satu sama lain"
Ada kesunyian dalam pembicaraan di telepon itu.
"Iya..sukses kamu disana. Cita dan Cinta pastinya."
Kata saya sambil menyembunyikan isak tangis yang nyaris terdengar. 
"Hmmm...sudah, kamu tuh cewek kuat yang selama ini saya kenal. Masa kehilangan mama bisa kuat, trus kalau saya kamu gak bisa?"
"Hiddiiiiihhh...ya ampun, ge'err bingit."
"Hahaha...canda kok. Saya kasihan liat kamu. Sementara saya disini blablablabal"
(Maaf tidak bisa dilanjutkan. wkwk)

Dear Mr,
Dengan kata lain kita bisa bersama lagi dikemudian hari hanya melanjutkan hubungan pertemanan kita yang sempat terhenti. Sampai jumpa, sampai saya bisa melihat alasan utuh kita bisa lebih dari seorang saudara. I Los(v)e You Forever...

With someone who always remember you day by days.
Ansyella

Jumat, 05 Juni 2015

Exhibition stories from Manado Town Square

Dear all readers, here's another story about my "work life". Hehehe...
Mungkin, saya terlalu betah untuk berbagi cerita tentang pekerjaan saya. Padahal belakangan ini, saya sempat uring-uringan dan hilang arah gara-gara kerja yang gak ada habisnya dan selalu berpikir untuk hari esok "apakah masih ada lagi?". Emang benar kata BOS. Beliau pernah bilang kalau yang namanya seorang pemasaran, itu tidak sama dengan orang-orang yang kerja di back office. Setiap hari pasti berkhayal, biar bisa jualan banyak. Beda yang kerja dikantor yang "pasti-pasti" bekerja. 
But...puji Tuhan banget, saya dipercayakan untuk stand-by pameran yang ada di wilayah Mantos. Kalau saya kenang nih, awal May 2015 kemaren...saya sempat dilarang untuk stand-by toko, karena saya sendiri status karyawan sales direct selling. Dimana, sales akan penjualan langsung ke-instansi pemerintah dan swasta, so...it means Marketing Direct selling punya mobilitas cukup tinggi.

Briefing 03 May 2015

BM : "Selamat pagi teman-teman, harapan saya...diawal bulan ini. Kita dapat menunjukkan performance terbaik. Baik itu yang ada di devisi Credit, Marketing,  dan Collection. Meskipun clossing kemaren tidak sesuai yang saya harapkan, saya berikan apresiasi yang baik buat teman-teman yang sampai malam diakhir bulan kemaren. Untuk marketing, saya mau tanya nih, kemaren saya sempat OTS ke dealer-dealer yang ada di Mantos. Kok disana marketing kita (KreditPlus) cm Ansye? Padahal, dia bukan disitu tempatnya. Itu 'haram", karena dia ini marketing Mobile shop, ga bisa jaga stand toko"


Pada saat itu juga saya berpikir keras, dan gumam dalam hati "Lho? Emangnya mobile shop-nya efektif jalan ya pak?." But, biarlah semuanya pasti cuma menunggu kebijakan dari dia kedepan. Dan eeehhhh... Day by day

Krriiiing (telfon masuk dari BRO Maya) 02 June 2015

Maya: "Hallo Nsye, lagi dimana?"
Me: "Lagi dirumah ka May. Ada apa?"
Maya: "Jaga pameran music ya di Mantos 2. Ka Maya dengan BRO Faisal sibuk sekali dengan pameran yang ada di Megamall. Bapak (BM) minta Ansye bertanggung jawab untuk pameran ini. Kalau mau tanya program, nanti hubungi BRO Faisal neh?"

Padahal, BRO Maya dan BRO Faisal sendiri yang sebenarnya punya wewenang untuk bertanggung jawab untuk pameran yang ada di pusat-pusat perbelanjaan. 

Apa yang saya syukuri?

  1. Dipercayakan untuk memberi kontribusi untuk toko musik. Dan satu-satunya marketing dapat incentiv sendiri dari owner toko jika dapat membantu penjualan mereka selama pameran. And, good service from them. Dikasi fasilitas makan, ngemil, dapat tiket gratis nonton artis musik roland dari Italy (Lupa siapa dia! Haha), karyawan yang loveable bingits.
  2. Instan approval from credit team. Haha...
  3. Dapat nasabah yang sudah terseleksi. 
Tidak hanya pameran septim. Sebelumnya juga, saya jaga stand pameran MMS yang bekerja sama dengan Telkomsel di atrium Mantos, dalam rangka hari ulang tahun Telkomsel yang ke-20 tahun. Dan, tadammm..banyak promo-promo menarik yang ditawarkan. :)

So, be happy with what you do, you have, and be passionatelly curious the future and commit with your self(soul) as well. :)












" You don't have to love your job to be happy..."


Semangat terus,Ansyella Olviana 'fight' Kawahe

Rabu, 03 Juni 2015

That people makes me strong everyday.

Belakangan ini, tanpa saya sadar saya telah memilih variabel yang namanya resiliensi--- yang kalau di ilmu Psikologi itu artinya sebuah emotional stamina yang memungkinkan seseorang untuk bangkit ketika dia mengalami peristiwa traumatis, kemalangan, atau sesederhana sebuah kegagalan. Bayangkan saja 4 bulan barusan lewat, saya telah membuang energi positif menjadi kerugian yang sangat besar dalam diri. Saya mungkin orangnya sedikit melankolis, hati yang mudah tersinggung, terlalu berhati-hati, yang dampaknya dapat menghalangi untuk mencapai kehidupan yang memuaskan. Yeaahhh, it's ok lah akhirnya saya paham bahwa hidup tidak semulus paha para personil girl band terkenal Girl's generations. Haha... Ekpetasi tidak seperti yang saya bayangkan sebelumnya. Mungkin iya, tapi butuh perjuangan ekstra.

Kalau saya pelajari sedikit tentang resiliensi, harapan saya cukup sederhana. Dimana, saya bisa lebih resilien dalam menghadapi perjalanan hidup yang pasti up-down. Yang pada akhirnya saya belajar menghargai moment-moment buruk yang saya alami. This is only a beginning of what they called the real world.

Dan, puji Tuhan sekali saya tidak sendiri didunia ini. Punya rekan kerja yang tegur keras kalau memang saya keliru dalam mengambil option hidup. Hehe
Punya papa yang always available in every bad and good conditions. 
Tentang dia? Sudahlah jangan dibahas.

Sudah dulu ya, saya kalau mau teeruskan...yang ada pasti akan menitikan air mata sesekali bahkan akan deras turun. Haha maaf lebay!

Warm regards, Ansyella

Selasa, 12 Mei 2015

Keep up, keep up :)

Haiii felass!!!

It's looooooong time i didn't post or sharing in my blog. What's the topic? Still stressed out of work life. Haha... Everyone starts saying how much being crazy if branch clossing is get closser. And, counting the days before clossing made me stress and thingking out about my sales in this month. And, praise the Lord, +/- 62 millions already now. It means, i'm looking for what i called "over target".

I wish I could... Please, always support me and pray for me dear friends.

Thank you for reading this, i'm gonna sleep now.


...Keep up for our great work...

Fight, Ansyella

Senin, 13 April 2015

Life of Pi






Seperti yang temans ketahui, saya tipe orang kalau mau nonton/baca itu harus direfleksikan terlebih dahulu. Seperti film "Life of Pi" yang baru saya nonton beberapa minggu yang lalu dikost salah seorang teman saya. Kedatangan saya sebenarnya hanya untuk gabung dengan teman lainnya yang sebelumnya sudah janjian untuk makan rame-rame di kost teman saya ini. Sambil menunggu dia belanja, saya memilih untuk menonton film yang diangkat dari novel best seller. Dan, referensi seseorang dimasa lalu bukan filmnya. Tapi novel-nya sebenarnya. Wkwk

Life of Pi


All of life is an act of letting go but what hurts the most is not taking a moment to say goodbye.

... What hurts the most is not taking a moment to say goodbye.



Saya tidak akan menjelaskan jalan ceritanya, mungkin lebih menceritakan sedikit refleksi yang saya dapat dari film ini. Mau tidak mau, suka tidak suka, siapa diri kita atau siapa orang yang tepat disamping kita, kapan dan dimanapun kita harus setuju dan sepakat, kita Tetap bersama dengan keadaan yang Tuhan ijinkan terjadi dalam kehidupan kita. Itulah yang saya bisa terjemahkan (versi saya sendiri) dari cerita kehidupan Pi dan Richard Parker (seekor harimau) yang terapung disekoci selama 7 bulan di samudera luas.

Ditengah asyiknya nonton film ini, saya sempat membayangkan jika ini terjadi pada diri saya, yang ada...saya bakal nyerah dan membiarkan diri tenggelam atau membiarkan diri biar dimakan sama seekor binatang buas. Tanpa membiarkan diri dapat bertahan hidup dengan makan daging ikan mentah dan dapat menaklukan Richard Parker dengan cara yang luar biasa seperti yang telah dilakukan Pi pada saat itu.


Dan dalam kebersamaan dengan waktu yang cukup lama, akhirnya ada kata "good bye" dari Richard Parker dari kepergiannya menuju hutan semak-semak tanpa memandang Pi yang telah merasa kehilangan. Pi sedih lagi!


Doubt is useful, it keeps faith a living thing. Afterall, you cannot know the strength of your faith until it is tested.


Tuhan telah menemani Pi siang dan malam. Tuhan telah menjaga dan tidak membiarkan Pi seorang diri dalam menjalani kehidupan dengan semesta. Tuhan telah menjelma sebagai Richard Parker. Oleh sebab itu, percayalah dalam situasi sulit apapapun dalam kehidupan, Tuhan pasti menolong kita. Hadir dalam hidup kita. 

I miss our togetherness, sahabat

Ok, this is my 1st post in April 2015. Sebenarnya kehabisan akal mau tulis tentang apa. Dan memang kesibukan di pekerjaan dan pelayanan juga penyebabnya. Dan penyebab yang paling mendasar adalah, saya kehilangan sahabat untuk dijadikan inspirasi. Sahabat saya ini pernah mengasihi saya dengan caranya yang menyentuh hati. Ia juga mengungkapkan kesedihan kehidupan yang ia alami sekarang tak seberuntung kehidupan yang Tuhan anugerahkan pada saya (:katanya). Saya selalu meyakini dia, bahwa kehidupan itu sunggulah indah ketika ia jalani dengan cara yang indah. Ia juga sesekali menyatakan rasa cintanya yang begitu dalam karena saya telah mencintainya tanpa syarat. Dan sekarang, saya kehilangan dia karena keadaan yang tidak bisa kami paksakan. Persahabatan kami terhenti karena ternyata kami bukanlah sahabat. 

Thank you, SAHABAT
Ansye

Minggu, 22 Maret 2015

Moment(s) become story(ies)



Everyone needs to be resilient. I mean, no one live without problems. Everyone must have experienced failureno matter how much we try to run, it will happen at some point.

Kamis, 19 Maret 2015

Bagaimana cara untuk mencintai apa yang kita kerjakan, sekalipun dalam situasi yang sulit. :)



It's a 'hi' again for my dear friends. 2 hari dipanggil jadi wakil perusahaan di event Job Fair yang di adakan di M-Icon centre selama 2 hari is oveeerrr. Yeaay!!! Ternyata melelahkan juga, selain bagi-bagi brosur untuk peserta yang lagi mencari pekerjaan, disini saya juga ditugaskan untuk memperkenalkan perusahaan, juga tak sedikit pelamar yang meng-apply form langsung saya interview. Padahal, posisi kerja saya sendiri hanya mitra (marketing) dikantor. Kebetulan atasan langsung dari pusat (entah apa jabatan-nya dan saya kurang tahu job desk-nya apa) datang dan memberikan arahan gimana cara-cara mengetahui kebutuhan sesuai dengan porsi bagi si pelamar. Misalnya nih, si A latar belakang pendidikan strata 1 tapi gak punya pengalaman, yah dikasilah pilihan mau ikut pendidikan dari perusahaan selama 1,5tahun di Jakarta atau kalau mau pilih yg regular pilihan kerjanya mau gak mau harus berawal dari bawah dulu. Entah itu Surveyor untuk bisa naik jabatan jadi Credit Analyst, Marketing bisa naik jabatan jadi Supervisor Marketing, dan Collector untuk bisa naik jabatan jadi Head Coll. Untuk pilihan job jadi Admin, emang sangat susah karena kondisi nya full baik itu di cabang maupun di pos-pos cabang. Dan, bisa saya ambil kesimpulan bahwa yang namanya "CARI KERJA, SUSAAHHH"

Susah juga hanya bermodalkan pendidikan tinggi tanpa pengalaman, dan lebih susah lagi yang pendidikan standar tapi punya obsesi biar bisa kerja back office.

Sungguh pengalaman sebagai peserta event Job Fair, sedikit membukakan mata, hati, dan pikiran saya, bahwa... untuk menjadi sukses, ternyata butuh proses. Awalnya, saya berpikir yang datang pasti anak-anak SMU/SMK-Sederajat yang baru lulus sekolah yang mau cari kerja atau mereka yang sudah berpengalaman. Namun, pada kenyataannya malah terbalik, hasil akhirnya ternyata... mereka yang nota benenya punya latar pendidikan S1 bahkan sampe ada yang mau melamar jadi Administrasi Head dengan pendidikan S2- Magister hukum di Universitas Pelita Harapan. Itupun, setelah saya konfirmasi ke ka Yuli (Personal Admin), belum tentu juga diterima karena daya tampung untuk Admin is nothing.

Setelah event selesai, diperjalanan pulang saya sempat menittikan air mata. Yang ada dalam pikiran saya saat itu adalah, betapa bersyukurnya saya masih bisa bekerja bukan mencari kerja. Betapa bersyukurnya saya bisa hidup sampai sekarang karena bekerja. Betapa bersyukurnya saya bisa menikmati anugerah Tuhan lewat pekerjaan yang Ia percayakan pada saya. Relasi (baik itu dikantor maupun nasabah), pendapatan yang lebih dari cukup, bisa berbagi, tantangan dan cobaan datang silih berganti. Membuat saya mencintai dengan perusahaan saya dan pastinya apa yang telah saya kerjakan.

Kedepannya saya tidak tahu pasti, apakah saya masih memberikan kontribusi untuk perusahaan ini, tapi saya hanya mencoba mencintai apa yang saya kerjakan. Dengan begitu, saya yakin apapun tantangannya, bersama Tuhan pasti tidak ada yang mustahil. Yea, for God impossible is verryyy nothiingor God impossible is nothing.f

Rabu, 18 Maret 2015

Bangkit ayo bangkit!

Tak terasa, udah dipertengahan bulan Maret. Sebentar lagi, akhir bulan. Tau pasti kan yang namanya akhir bulan identik dengan istilah "tutup buku" bagi para pekerja yang bekerja diperusahaan swasta lokal maupun nasional. It meaaans, saya tidak capai target penjualan lagi untuk kesekian kalinya. Dan do you know, selama 2015 telah berjalan udah hampir 3 bulan, saya belum pernah capai target. Tanpa mau menyalahkan diri sendiri karena cara kerja dan saya yang tidak lagi disiplin, atau bahkan menyalahkan beberapa pihak yang juga berperan penting dalam karir saya sebagai marketing. Saya akhirnya merubah itu dengan kejadian yang sangat-sangat positif dan sebagai pembakar semangat untuk bangkit dari kegagalan. Bahkan, saya sudah menyusun beberapa strategi lain dari pada yang lain. Mau tau? Nanti kita liat aja. Haha
Dan pastinya, saya mau Tuhan yang mau mengendalikan dari ambisi saya. Bukan obsesi! Karena ini adalah tugas dan panggilan-Nya yang harus dan harus saya pertanggungjawabkan. Dan tak lupa, dukungan dan doa dari teman-teman juga sangat penting. Hehe

Salam semangat,
Ansye Kawahe

Kamis, 05 Maret 2015

Review: Dragon Blade

This is my first post about movie review. I'll try and let me explain... Enjoy! 


Maksud hati ingin pergi ke Cinemaxx, Lippo Plaza Kairagi. Namun apa daya lokasinya sangat jauh dengan pusat kota. Wow, i can't believe... It's been 6months i wasn't in movie theatre . Haha! Betapa katronya diriku ini. Dan, kebetulan ada pameran apkomindo yang disupport 2 leasing pembiayaan, saya pun punya waktu yang banyak bisa berada di Megamall dan punya waktu sesaat untuk beristirahat. Dan free time-ku ini saya manfaatkan untuk menonton film recomended by Agit (hehehe... :D). Yaaahhh ini dia,

Dragon Blade


Film ini sendiri dibintangi aktor laga fenomenal, Jackie Chan. Dan, tadaaaammmm... Beliau menggandeng salah satu anggota Boy Band asal Korea, Siwon Choi. Maybe, sebagai transformasi dari Siwon sebagai seorang penyanyi. Wkwk


Meskipun ceritanya berlatar mitos kota Regum, tetapi eksekusi film nya bagus dan karakterisasinya juga berkualitas. Soal tampilan film, yang pasti "kolosal" banget dan pemandangan Jalur Sutra dan padang pasir yang ditayangkan secara apik (edit maupun nyata). Tanpa mau bahas secara detil filmnya itu seperti apa, saya sebenarnya tipikal orang yang menilai film, dari makna atau pelajaran yang bisa kita ambil.

Pertama, Huo An (Jackie Chan) adalah seorang jendral menunjukan sikap kepemimpinan. Bukan merasa sebagai raja. Ini saya kaitkan dengan situasi yang ada pada saya saat ini, dimana, saya harus tunduk dalam perintah dan kalau gagal itu resiko saya sebagai seorang bawahan.
Ke dua, Huo An pantang menyerah. Sekalipun musuh sebanyak belalang dihadapannya, Ia punya keyakinan untuk bisa mengalahkan. Dan caranya, adalah berdamai. "Dapatkah kita menyelesaikan ini, dengan tidak saling menyakiti?"
Dan makna dari film ini adalah, pas ending-nya. Dimana, 2 orang ilmuan Asia yang bertugas mencari kota hilang ini sepakat untuk tetap menyimpan rahasia kota tersebut walau mereka sudah menemukannya. Bisa diterjemahkan, ini sebagai bentuk perlawanan bangsa Asia terhadap denominasi negara-negara barat yang selalu ingin menguasai.

So, i recomen to all of you for watch this nice movie. :)

Sabtu, 28 Februari 2015

Tetap semangat atau kalah dalam pertempuran (?)



Bersyukur selalu, bagi kasihMu
di dalam hidupku
takkan ku ragu atas rencanaMu
tuk masa depanku...
Sebagai Bapa yang baik,
takkan pernah Kau meninggalkan ku
sebagai Bapa yang sangat baik
takkan pernah Kau melupakanku.

Reff
Ku kan menari dan bersuka
karna Mu oh Yesusku
dan ku kan minum air Mu
sebagai rusa rindu selalu

Ku hidup bagiMu, dan hidupku di dalamMu
Oh Yesusku... Kau sangatlah ku cinta.


Haii dear friend...
Mengawali hari pertama di bulan ke 3 di tahun 2015 ini. Lagi-lagi saya harus menerima kenyataan kalau bulan ini tidak terima gaji full dari sebelumnya. Hehe...it means, tidak capai target penjualan lagi. Disitu kadang saya merasa sedih. Jujur, bukan cuma diriku ini lagi drop/ terkadang putus asa dengan pekerjaan. Entahlah!!! Banyak yang perlu dibenahi dari keadaan yang sudah jadi identitas dalam kelompok/ satu-kesatuan. Atau yang biasa dibilang habbit-nya sudah kayak begitu. Akibatnya, banyak yang tidak disiplin, terlalu banyak men-tolerir. Ckckc!!! Bukan mau menghakimi,  karena saya sendiri seperti itu. Terlalu bawa suasana, hingga lupa untuk menjadi diri sendiri.

Selca with Laura maybe is the best way. Haha...

Jumat, 27 Februari 2015

Indah bagai piano berdenting #part2


Life is like a piano. The white keys represent happiness and black keys represent sadness. But also you go through life’s journey, remember that the black keys make MUSIC too…

Hidup ku indah bagaikan ritme setiap dentingan piano. Putih melambangkan kebahagiaan, hitam melambangkan kesukaran. Namun, jika dipadukan begitu indah terdengar. Oh, piano... Bagaikan hidup yang telah Ia anugerahkan. Bahagia, menjadikanku mensyukuri rahmat Tuhan dan kesukaran menjadikanku lebih kuat dan dewasa. Alunan hidupku seperti piano. Bagaikan pemain itu adalah Tuhan yang mengendalikan hidup. Ia tahu setiap perjalanan hidup akan menciptakan lagu/nyanyian. Percayalah, Tuhan mengendalikan hidup mu akan menjadi indah lebih dari yang kita tahu. Hidup indah!!! :)

Life is soo good. Isn't right?
Warm regard,
Ansyella


Rabu, 25 Februari 2015

The power of Prayer


Sekian lama telah bermeditasi, saya senang bisa menerima hal-hal yang tidak pantas untuk saya terima. Saya sadar, saya sering penjara kan hati untuk menyiksa. Padahal, itu sangat merugikan. Baik diri sendiri, bahkan seseorang yang terus bilang "dengan Doa, kita dapat bertahan". Dan kini, setelah menerima jawaban kehidupan yang fana...saya merasa bebas. Bebas dari hati yang bergejolak, tidak menyakiti hati sesama tanpa mementingkan sesuatu yang hanya bersifat sementara.

Tuhan,
Aku senang bisa menikmati pelayanan hati yang begitu tulus dari dia. Meskipun, dipisahkan oleh ruang. 1 hal yang pasti, hati ini tidak bisa dicerai-beraikan. Karena Engkau tahu sendiri, kasihku tiada batasnya. Bantu aku Tuhan, ada kalanya saya tidak mampu. Engkau juga yang berikan kekuatan untuk meluruskan hati yang sempat bengkok. Hehe

For you, a truly friend who always make me smile when i wake up in the morning, and always remember you everynight and take yourself (shaddow) in my dream. 

God bless us.

Selasa, 17 Februari 2015

Karena waktu kita telah habis



Karena waktu kita telah habis, saya kembali balik arah mencapai tujuan bukan untukmu.
Karena waktu kita telah habis, mengerti bahwa saya hanya tempat berteduh.
Karena waktu kita telah habis, saya melepas semua keegoisan yang hanya buat kau sakit.
Karena waktu kita telah habis, saya melunaskan kata-kata harapan dengan tidak ada lagi saling menyakiti

Kuakui memang sulit saat harus bertemu lagi dengan sosokmu yang telah sekian lama menjadi sosok yang asing bagiku. Setelah waktu berjalan dengan caranya sendiri, rupanya kau pun berubah. Sulit bagiku untuk dapat bertemu denganmu, pikiranku selalu dipenuhi tanya. Seperti apa rupamu kini, masih samakah suara renyah tawamu, apakah kau bahagia dengan hidupmu sekarang, bagaimana saya akan memulai percakapan denganmu, mampukah saya menatap matamu. Ah, entahlah... Ini tulisan terakhir untuk kamu. Yang adalah sumber inspirasi yang bermuara.

Satu malam, malam yang sangat menginginkan kamu. Yang ada kamu hanya menyakiti dengan cara kamu. Kau bilang kenapa aku harus menyambut kedatanganmu, kenapa aku tidak fokus dengan dia yang disaat aku yakin rasa sayangku padamu tidak akan termakan oleh waktu.

Saya capek dan saya lelah meyakinkan cintaku dengan selalu ada untuk kamu, turut berduka ketika kau merasa sendiri. Dan saat itu sama sekali tidak ada artinya buat kamu, saya menangis sepanjang malam, dan diesok hari saya legaa, sungguh sangat lega.

Saya sadar, cinta kita hanya dibangun diatas pasir. Mudah runtuh dan tergoyahkan ketika badai itu datang. Bukan membangun diatas batu/fondasi yang kuat. Itu semua karena waktu kita telah habis.

Selasa, 10 Februari 2015

Kerjakan semua hanya untuk kemuliaan nama-Nya


(partitur)

As special february, saya mau membagikan berkat yang saya rasakan. Salah satunya kembalinya saya ke kehidupan pelayanan di paduan suara. Memang saya kangen beberapa waktu yang lalu, jadi pas ka Kiel bbm tanya kalau saya suka untuk ikut latihan, saya harus datang latihan 3 minggu sekali. Dan tempat diadakan latihan dirumah Dinda Walelang. Hari senin, sepulang dari kerja saya bergeas kerumah Dinda dan TWEENG!! langsung berhadapan partitur yang asliii belum di transpose ke not angka, it means NOT BALOK. Saya kaget, partner alto saya yang tak lain adalah Dinda, perlahan sudah mengerti dan amazingnya bisa baca tanpa ada bimbingan ka Kiel. Wow, that what called Dinda in progress. Saya sempat uring-uringan saat semua teman yang sudah bisa unjuk kebolehan. Hanya bisa lihat partitur dengan pikiran kacau, sambil berkata dalam hati "Ini apa Tuhan??". Belum lagi mau belajar pelafalan bahasa Jerman (Deutch), memang kejutan!! Haha

Beberapa saat kemudian, saya ingat 3 tahun yang lalu dimana saya sama sekali tidak bisa baca not angka. Tapi, pada kenyataannya sekarang saya sudah bisa walaupun tidak 100%. Dan tentu masihhh banyak belajar dan perlu banyak belajar. Langsung saja saya berpikir bahwa saya pasti bisa asalkan punya komitmen untuk melayani lewat talenta yang sudah Tuhan karuniakan. Tambah diyakinkan si abang sms :

" Malam non... Masih sibuk kerja ya? Kalau iya, jangan lupa kalau apapun yang kau kerjakan semua semata-mata untuk Tuhan ya, bukan untuk manusia. Bla bla bla"

Pelajarannya adalah...
Semua butuh proses, karena bagi saya instan tiada kualitasnya.

Cheers,
Ansyella 

It's complicated

At Mantos Handphone City, I cried mostly because I've never realize this means a lot to my closest ones, too. I've been stressed out because of a mad love like this. Maybe, i make this with exaggerated. Too much too love, too much too hope!! And... results is too hurt I feel.

"True love comes from more than just the heart"

Here's another thing, when i tried to thinking of discomfort feelings from everything about him. When bad things happened-especially this way- I always try to see the bright side. What happened was love life, when everything isn't always like I thinking before.

" I can't tell it's killing me. Or... It's making me stronger "

So, what I have to do? I only have a few things left that called dreams and hope. I suppose to keep going with him, persuing what I love. Maybe, this past only God's way to develop me to be independent, or strong to handle things and the up-down feelings alone- plus this past days also taught me to stay true with myself. Without shadow of himself. 


Thank you, for simply being you, and being around you a lot.

With Love,
Ansyella...

Minggu, 08 Februari 2015

Working hard

It's been a year since I started work. Working in Finance Company. There are too many story that i wanna share. Some already told, some not. Some are funny, too funny till I still got a freakin smirk when i remember that moment(s), some are not so nice remember, some are just too good to be a lesson.

And these picture make me miss each and everyone of them. :)


(This picture was took when i got the first salary. Hehehe)



( With one of my partner mobile shop, Julit Mandey. And  Credit head regional, Mr. Jerry Tamunu)


( We used to be when nothing to do)


(With Ux staff at Manado Handphone City)



(Was fun with supervisor marketing, She is so preety and stylisshh. Her name,  Maya Christina Lomban)



Today, is mine


Selamat malam, kembali lagi bersama saya Ansye lewat karya tulisan saya untuk kesekian kalinya. Saya sadar, saya sudah rajin menulis di blog. Ini dikarenakan beberapa bulan saya hampir tidak mem-posting tulisan. Padahal, banyak sekali ide-ide atau hampir setiap momen baik dijadikan inspirasi untuk menulis. Hmmm... Saya sendiri bingung. Mungkin, saya terlalu menikmati hari-hari bahagia tak jarang hari-hari yang saya lewati penuh dengan kekelaman. Saya juga disibukkan dengan aktifitas saya sekarang sebagai tenaga kerja di salah satu perusahaan pembiyaan ternama di Indonesia. Hehe...

Oke... Saya akan menceritakan sedikit definisi sukses hari ini. Bangun pagi, saya masih saja terbaring ditempat tidur. Seolah badan ku ini diberi lem Alteco yang sulit untuk 
dilepas. Saya masih saja melanjutkan visi untuk naik level dalam permainan online 'Hay Day', masih menikmati hujan gerimis dipagi hari. Tapi, semacam ditampar pas lihat tumpukan baju yang belum dicuci. Aww!! Saya harus berdiri dan memaksa tubuh ini untuk bangun dari tidur malamku selama 6 jam. Saat hendak mencuci baju, saya lihat tidak adanya tersedia tali jemuran diluar rumah. Dengan berat hati, saya mencari tali dan mengikat disebatang kayu kemudian dihubungkan ke kayu lainnya. Sedikit capek juga ternyata karena harus mengikat tali diketinggian. Dan ini semua saya kerjakan secara individu. Sempat was-was karena takut kalau pakaian saya tidak akan kering mengingat kota Manado lagi musim hujan. But, in the name of Jesus, everything gonna be ok. Hehe
Setelah merendam, mengucek, dan membilas pakaian-pakaian saya, dan hendak menjemur, hati saya harus tercabik-cabik melihat cuaca yang tadinya panas menggelenggar tiba-tiba turun air hujan rintik-rintik. Rwr!!! Eh, beberapa saat kemudian saya ingat ternyata ada tali jemuran yang posisinya masih menjadi bagian dari atap rumah. Langsung saja saya menjemur pakaian-pakaian tersebut dibalut dengan hati yang pasrah kalau pakaian-pakaian saya ini akan mengering dengan waktu yang cukup lama. Lalu, bagaimana dengan pakaianku yang lain?? Edisi pakaian berwarna? Arghh... Bodo amat! Saya masih terus melanjutkan pekerjaan ini tanpa menghiraukan hujan yang semakin deras. Dan, 21 menit berlalu... Saya merasa, hujan ini seperti mengerti akan keadaan saya. Tiba-tiba ia sedikit mereda dan membuka tingkap-tingkap awan untuk membiarkan matahari bersinar. Pas, disaat semua telah selesai. Saya pun menjemur pakaian-pakaian berwarna ditali jemuran hasil usaha sendiri. 

Pelajarannya, adalah... Andai saja saya tidak mau melanjutkan pekerjaan saya karena pasrah sama cuaca, yang ada semakin menumpuk pakaian yang saya akan cuci dikemudian hari. So, jangan pasrah dengan keadaan/situasi sulit yang kita alami dalam hidup. Cukup nikmati, kerjakan, pasti kita menerima hasilnya di waktu yang indah. So, gunakan waktu kita untuk tidak membuang secara percuma. Karena hari esok, ada kesulitan sendiri. :)



(Waktu adalah uang, bukan karena uang itu berharga. Tapi, uang itu nilai

Setelah pekerjaan selesai. Perut saya keroncongan. Karena, situasinya hanya sendiri dirumah (Semua pada pulang kampung). Saya harus memasak dengan bahan-bahan seadanya. Ketika saya membuka lemari es, saya sempat shock bahan untuk memasak yang ada hanyalah daun bawang. Bagaimana bisa saya memasak hanya mengandalkan daun bawang? Saya memutuskan untuk pergi ke warung untuk membeli cabe, tomat, dan bawang. Ehh...saya baru ingat, kalau warung sembako yang tak jauh dari rumah tidak menjual bahan-bahan dapur. Dengan berat hati pula, saya hanya menyantap sebungkus mie instan dan sebutir telur ayam. Karena bosan dan terlalu mainstream dibuat dadar dan mie siap saji, saya membuat pizza mie. Dan saya baru ingat, daun bawang pun sudah cukup menjadi komposisi bahan makanan untuk pizza mie. Dan wow!! Rasanya, yummie. Saya rasa nikmat sekali dengan menggunakan saus sambal. 

Pelajarannya adalah, kita harus mensyukuri hidup apa adanya. Jangan paksa kehendak. Ketika kita mensyukurinya, kita pula akan menikmati tanpa merasa kekurangan.




(Sharetea ini diberikan oleh salah seorang rekan sekerja. Karena sudah membantu dia untuk kemudahan dia berbelanja handphone melalui kredit)



Tanpa terasa, waktu sudah menunjukan pukul 3 sore. Saya seperti melewati masa-masa sulit yang membawa saya kepada suatu kepuasan. Sama halnya dengan sendalku yang satu ini. Saya membeli di salah satu butik sepatu yang ada dipusat perbelanjaan, dan ini saya beli pake uang hasil keringat sendiri selama sebulan, dan sendal ini sudah saya inginkan dari bulan november yang lalu. Bukan karena tidak cukup uang, pas lagi jalan saya ingat untuk membeli sendal ini. Thank you, payless. For the design unique. 
Pukul 4 sore, saya harus menunaikan ibadah. Hehehe... Maksud hati masuk GMIM Bukit Moria Malalayang, tapi karena jam saya ternyata lambat 1 jam, saya pun bergereja di salah satu gereja Kharismatik yang ada dikota Manado. Saya sempat ragu, karena harus pergi sendiri. Tapi, karena kerinduan hati untuk memuji dan memulikan Tuhan, saya pergi dengam mengendarai motor seorang diri (Uuppps) and.. Sesampai disana, saya berjumpa dengan teman SMP namanya Monica dan Fanly. Wow!! Bukan suatu kebetulan, tapi rencana Tuhan kami bisa bertemu lagi. Sepulang dari gereja, Monica yang sekarang ternyata sudah bekerja, mengajak keluar dan membagi berkat lewat makanan. I counting my bless from heaven. Xoxox



So, yakinlah hari kita akan lebih bermakna jika kita tidak bersungut-sungut dan khawatir dengan apa yang akan terjadi pada kita diesok hari. Jelanglah harimu dengan penuh ungkapan syukur pada-Nya. :)




Cheers,
Ansyella :)