Kamis, 19 Maret 2015

Bagaimana cara untuk mencintai apa yang kita kerjakan, sekalipun dalam situasi yang sulit. :)



It's a 'hi' again for my dear friends. 2 hari dipanggil jadi wakil perusahaan di event Job Fair yang di adakan di M-Icon centre selama 2 hari is oveeerrr. Yeaay!!! Ternyata melelahkan juga, selain bagi-bagi brosur untuk peserta yang lagi mencari pekerjaan, disini saya juga ditugaskan untuk memperkenalkan perusahaan, juga tak sedikit pelamar yang meng-apply form langsung saya interview. Padahal, posisi kerja saya sendiri hanya mitra (marketing) dikantor. Kebetulan atasan langsung dari pusat (entah apa jabatan-nya dan saya kurang tahu job desk-nya apa) datang dan memberikan arahan gimana cara-cara mengetahui kebutuhan sesuai dengan porsi bagi si pelamar. Misalnya nih, si A latar belakang pendidikan strata 1 tapi gak punya pengalaman, yah dikasilah pilihan mau ikut pendidikan dari perusahaan selama 1,5tahun di Jakarta atau kalau mau pilih yg regular pilihan kerjanya mau gak mau harus berawal dari bawah dulu. Entah itu Surveyor untuk bisa naik jabatan jadi Credit Analyst, Marketing bisa naik jabatan jadi Supervisor Marketing, dan Collector untuk bisa naik jabatan jadi Head Coll. Untuk pilihan job jadi Admin, emang sangat susah karena kondisi nya full baik itu di cabang maupun di pos-pos cabang. Dan, bisa saya ambil kesimpulan bahwa yang namanya "CARI KERJA, SUSAAHHH"

Susah juga hanya bermodalkan pendidikan tinggi tanpa pengalaman, dan lebih susah lagi yang pendidikan standar tapi punya obsesi biar bisa kerja back office.

Sungguh pengalaman sebagai peserta event Job Fair, sedikit membukakan mata, hati, dan pikiran saya, bahwa... untuk menjadi sukses, ternyata butuh proses. Awalnya, saya berpikir yang datang pasti anak-anak SMU/SMK-Sederajat yang baru lulus sekolah yang mau cari kerja atau mereka yang sudah berpengalaman. Namun, pada kenyataannya malah terbalik, hasil akhirnya ternyata... mereka yang nota benenya punya latar pendidikan S1 bahkan sampe ada yang mau melamar jadi Administrasi Head dengan pendidikan S2- Magister hukum di Universitas Pelita Harapan. Itupun, setelah saya konfirmasi ke ka Yuli (Personal Admin), belum tentu juga diterima karena daya tampung untuk Admin is nothing.

Setelah event selesai, diperjalanan pulang saya sempat menittikan air mata. Yang ada dalam pikiran saya saat itu adalah, betapa bersyukurnya saya masih bisa bekerja bukan mencari kerja. Betapa bersyukurnya saya bisa hidup sampai sekarang karena bekerja. Betapa bersyukurnya saya bisa menikmati anugerah Tuhan lewat pekerjaan yang Ia percayakan pada saya. Relasi (baik itu dikantor maupun nasabah), pendapatan yang lebih dari cukup, bisa berbagi, tantangan dan cobaan datang silih berganti. Membuat saya mencintai dengan perusahaan saya dan pastinya apa yang telah saya kerjakan.

Kedepannya saya tidak tahu pasti, apakah saya masih memberikan kontribusi untuk perusahaan ini, tapi saya hanya mencoba mencintai apa yang saya kerjakan. Dengan begitu, saya yakin apapun tantangannya, bersama Tuhan pasti tidak ada yang mustahil. Yea, for God impossible is verryyy nothiingor God impossible is nothing.f

Tidak ada komentar: