Selamat malam, kembali lagi bersama saya Ansye lewat karya tulisan saya untuk kesekian kalinya. Saya sadar, saya sudah rajin menulis di blog. Ini dikarenakan beberapa bulan saya hampir tidak mem-posting tulisan. Padahal, banyak sekali ide-ide atau hampir setiap momen baik dijadikan inspirasi untuk menulis. Hmmm... Saya sendiri bingung. Mungkin, saya terlalu menikmati hari-hari bahagia tak jarang hari-hari yang saya lewati penuh dengan kekelaman. Saya juga disibukkan dengan aktifitas saya sekarang sebagai tenaga kerja di salah satu perusahaan pembiyaan ternama di Indonesia. Hehe...
Oke... Saya akan menceritakan sedikit definisi sukses hari ini. Bangun pagi, saya masih saja terbaring ditempat tidur. Seolah badan ku ini diberi lem Alteco yang sulit untuk
dilepas. Saya masih saja melanjutkan visi untuk naik level dalam permainan online 'Hay Day', masih menikmati hujan gerimis dipagi hari. Tapi, semacam ditampar pas lihat tumpukan baju yang belum dicuci. Aww!! Saya harus berdiri dan memaksa tubuh ini untuk bangun dari tidur malamku selama 6 jam. Saat hendak mencuci baju, saya lihat tidak adanya tersedia tali jemuran diluar rumah. Dengan berat hati, saya mencari tali dan mengikat disebatang kayu kemudian dihubungkan ke kayu lainnya. Sedikit capek juga ternyata karena harus mengikat tali diketinggian. Dan ini semua saya kerjakan secara individu. Sempat was-was karena takut kalau pakaian saya tidak akan kering mengingat kota Manado lagi musim hujan. But, in the name of Jesus, everything gonna be ok. Hehe
Setelah merendam, mengucek, dan membilas pakaian-pakaian saya, dan hendak menjemur, hati saya harus tercabik-cabik melihat cuaca yang tadinya panas menggelenggar tiba-tiba turun air hujan rintik-rintik. Rwr!!! Eh, beberapa saat kemudian saya ingat ternyata ada tali jemuran yang posisinya masih menjadi bagian dari atap rumah. Langsung saja saya menjemur pakaian-pakaian tersebut dibalut dengan hati yang pasrah kalau pakaian-pakaian saya ini akan mengering dengan waktu yang cukup lama. Lalu, bagaimana dengan pakaianku yang lain?? Edisi pakaian berwarna? Arghh... Bodo amat! Saya masih terus melanjutkan pekerjaan ini tanpa menghiraukan hujan yang semakin deras. Dan, 21 menit berlalu... Saya merasa, hujan ini seperti mengerti akan keadaan saya. Tiba-tiba ia sedikit mereda dan membuka tingkap-tingkap awan untuk membiarkan matahari bersinar. Pas, disaat semua telah selesai. Saya pun menjemur pakaian-pakaian berwarna ditali jemuran hasil usaha sendiri.
Pelajarannya, adalah... Andai saja saya tidak mau melanjutkan pekerjaan saya karena pasrah sama cuaca, yang ada semakin menumpuk pakaian yang saya akan cuci dikemudian hari. So, jangan pasrah dengan keadaan/situasi sulit yang kita alami dalam hidup. Cukup nikmati, kerjakan, pasti kita menerima hasilnya di waktu yang indah. So, gunakan waktu kita untuk tidak membuang secara percuma. Karena hari esok, ada kesulitan sendiri. :)
(Waktu adalah uang, bukan karena uang itu berharga. Tapi, uang itu nilai)
Setelah pekerjaan selesai. Perut saya keroncongan. Karena, situasinya hanya sendiri dirumah (Semua pada pulang kampung). Saya harus memasak dengan bahan-bahan seadanya. Ketika saya membuka lemari es, saya sempat shock bahan untuk memasak yang ada hanyalah daun bawang. Bagaimana bisa saya memasak hanya mengandalkan daun bawang? Saya memutuskan untuk pergi ke warung untuk membeli cabe, tomat, dan bawang. Ehh...saya baru ingat, kalau warung sembako yang tak jauh dari rumah tidak menjual bahan-bahan dapur. Dengan berat hati pula, saya hanya menyantap sebungkus mie instan dan sebutir telur ayam. Karena bosan dan terlalu mainstream dibuat dadar dan mie siap saji, saya membuat pizza mie. Dan saya baru ingat, daun bawang pun sudah cukup menjadi komposisi bahan makanan untuk pizza mie. Dan wow!! Rasanya, yummie. Saya rasa nikmat sekali dengan menggunakan saus sambal.
Pelajarannya adalah, kita harus mensyukuri hidup apa adanya. Jangan paksa kehendak. Ketika kita mensyukurinya, kita pula akan menikmati tanpa merasa kekurangan.
(Sharetea ini diberikan oleh salah seorang rekan sekerja. Karena sudah membantu dia untuk kemudahan dia berbelanja handphone melalui kredit)
Tanpa terasa, waktu sudah menunjukan pukul 3 sore. Saya seperti melewati masa-masa sulit yang membawa saya kepada suatu kepuasan. Sama halnya dengan sendalku yang satu ini. Saya membeli di salah satu butik sepatu yang ada dipusat perbelanjaan, dan ini saya beli pake uang hasil keringat sendiri selama sebulan, dan sendal ini sudah saya inginkan dari bulan november yang lalu. Bukan karena tidak cukup uang, pas lagi jalan saya ingat untuk membeli sendal ini. Thank you, payless. For the design unique.
Pukul 4 sore, saya harus menunaikan ibadah. Hehehe... Maksud hati masuk GMIM Bukit Moria Malalayang, tapi karena jam saya ternyata lambat 1 jam, saya pun bergereja di salah satu gereja Kharismatik yang ada dikota Manado. Saya sempat ragu, karena harus pergi sendiri. Tapi, karena kerinduan hati untuk memuji dan memulikan Tuhan, saya pergi dengam mengendarai motor seorang diri (Uuppps) and.. Sesampai disana, saya berjumpa dengan teman SMP namanya Monica dan Fanly. Wow!! Bukan suatu kebetulan, tapi rencana Tuhan kami bisa bertemu lagi. Sepulang dari gereja, Monica yang sekarang ternyata sudah bekerja, mengajak keluar dan membagi berkat lewat makanan. I counting my bless from heaven. Xoxox
So, yakinlah hari kita akan lebih bermakna jika kita tidak bersungut-sungut dan khawatir dengan apa yang akan terjadi pada kita diesok hari. Jelanglah harimu dengan penuh ungkapan syukur pada-Nya. :)
Cheers,
Ansyella :)



