Banyak orang yang percaya, bahwa nama adalah sebuah doa. Biasanya, orang tua yang sedang menantikan kelahiran seorang anak, meluangkan waktu dan tenaga untuk memberikan nama yang terbaik untuk anak. Dengan harapan, seorang anak mencerminkan arti dan makna dibalik nama yang diberikan.
Banyak yang menggunakan bahasa sansekerta untuk memperindah nama, yang Nasrani memberi nama-nama tokoh Alkitab seperti Daniel, Melkisedek, Abraham, untuk memberi nuansa rohani kepada anaknya. Tak jarang pula, orang tua memberi nama anaknya, artis-artis ternama.
Bagi saya, ketika dilahirkan kedunia ini, dan diberi nama oleh orang tua kita, haruslah kita menerima dengan bangga nama yang telah diberikan kepada kita.
Seperti nama saya, Ansye Olviana. Waktu kecil, saya sempat ngambek sama orang tua kenapa diberi nama tak seindah kakak kandung saya, Lady Agnes. Sangat jelas tidak adil karena Lady adalah gadis dan Agnes adalah nama tenar di Indonesia pada jaman itu. Dan alasannya pun bikin saya iri. Pasalnya, mama berikan nama Lady karena putri Lady Diana saat itu lagi naik daun karena kecantikan dan yang pasti dipinang oleh Pangeran Charles. Namun...dasar papa saya tidak bisa lihat saya sedih. Akhirnya papa menjelaskan arti dibalik Ansye Olviana itu sendiri. Papa pernah bilang, justru nama saya tercipta karena suatu harapan. Dibanding kakak saya yang saat diberi nama karena ketenaran artis pada jamannya.
Ansye
Nama yang sangat jarang terdengar. Kata papa, Ansye itu singkatan dari Anugerah Sang Yesus. Katanya, karena perbedaan umur saya dengam kakak, cukup jauh. Pas tau mau hamil, papa bilang anugerah Tuhan untuk keluarga kami. Entahlah! Akal-akalan papa atau kata-kata hiburnya dia atau sekedar mengobati luka hati waktu kecil, wkwk. Saya yakin, papa benar. Sedangkan...
Olviana,
Nama bidan yang senantiasa menemani mama selama proses persalinan. Kata papa, bidan bernama Olviana adalah tenaga kesehatan yang cantik luar dalam. Hal itu tercermin dari sikap, tingkah laku, dan tutur katanya. Tapi, yang ada papa bilang kalau saya itu "antonim" dari pribadi suster tersebut. Wkwkwkw! Maaf pa! Lagi berusaha menuju pribadi yang lebih baik lagi.
Lalu, kenapa saya dikenal dengan Ansyella Kawahe?. Biar ku jelaskan.
Di tahun 2008, dunia Internet semacam dihebohkan sama kehidaran media sosial Facebook. Yang menurut saya ini sebagai peralihan dari Friendster. Saya merasa katro sama teman-teman sepergaulan, karena saya masih memanfaatkan Friendster sebagai media saya lebih mengenal teman-teman. Pada akhirnya, teman-teman merekomendasikan dan terus mengajarkan penggunaan Facebook itu sendiri. Agar lebih dikenal dan ditemukan mesin pencari, saya harus meninggalkan kebiasaan lama saya di Friendster yaitu mengganti nama akun yang super alay. Saya harus menggunakan nama dan marga asli. Ini juga sangat bermanfaat untuk lebih mudah menemukan sanak saudara yang diluar kota bahkan luar negeri. Awalnya, Ansye Olviana Kawahe. Pikir pada pikir, saya memutuskan untuk tidak menggunakan nama tengah. Karena masih kurang srek, saya tidak habis akal. Saya langsung tanya sama papa, kalau saya memiliki nama babtis atau tidak. Dan benar, sesungguhnya Ansyella adalah nama perjamuan anak yang diberi oleh orang tua baptisku, atau yang biasa dikenal mama-papa ani. Hanya saja, papa tidak sempat menambahkan -la dibelakang nama Ansye di akte kelahiranku.
Jadi, berawal dari Facebook. Hingga sekarang, akun apapun saya pake. Baik itu Facebook, Twitter, Path, Instagram, Blog, Google+, Kakao Talk, LINE, Skype, dsb semua Ansyella Kawahe
Dan bagian terakhir yaitu, nick name. Biar mudah diingat atau gak susah-susah panggilnya. Those are :
Dan bagian terakhir yaitu, nick name. Biar mudah diingat atau gak susah-susah panggilnya. Those are :
- Ans. Panggilan singkat dari tante-tanteku yang cerewet
- Sye. Entah kenapa, kebanyakan mereka yang panggil saya seperti itu, adalah mereka yang lagi PDKT. Terdengar romantis gitcyu. Haha! Suerrr
- Anco. Dikampung saya Liwutung, siapapun yang namanya Ansye pasti disingkat dengan nama seperti itu. Banyak nama Ansye harus menerima kenyataan bahwa 'Anco' nama norak dari Ansye itu sendiri. Tak jarang beberapa dari mereka yang adalah keluarga dekatku, memanggil saya dengan sebutan "Anco"
- Anet. Serius yah...yang panggil ini cuma keluarga inti saya. Nama imut-imut sto bisa dibilang. Hehe
- AnKa. Selain singkatan, teman-teman sekolah pernah bilang saya perempuan yang banyak pake logika dibandingkan perasaan. (Lah, emang. Dari pada sakit :D) Jadi, saya bagaikan matematika bukan ilmu sosiologi. -___-
- Ansee. Saya sempat tinggal dikota dimana penduduknya merasa sangat susah dengan pelafalan 'sye'. Yah...Palu. Disana, saya lebih banyak dipanggil dengan nada yang tidak meng-enakan untuk di dengar. Dibanding mendengar penyempurnaan nama saya sendiri.
- Kiwil. Tak ada hangin, tak ada hujan. Sebutan ini atas dasar rambut saya yang dulu tidak seperti sekarang yang lurus. Dan cuma 1 orang yang sebut ini. (Ok, forget the past. Hahah)
- Cumi. Tak puas kiwil, setelah orang ini si pengganti mengaggumi rambut saya yang berombak-ombak bagai kumis cumi-cumi. Ha? Emang ada kumis cumi? -___-
Mungkin banyak, tapi yang masih dalam memori otak cuma itu. Intinya, bersyukurlah dengan nama yang kita miliki. Shine yourself through your wonderful name. ;))
Gbu.