Akhirnya, aku tahu bahwa kamu memanipulasi wajahmu yang seolah penuh dengan cinta, kedua bola matamu tersirat bahwa aku lah kedua biji matamu, metode inilah berhasil membawa kepercayaan cinta tak bersyarat kini perlahan terhapus oleh fakta yang tidak bisa kupungkiri lagi.
Adalagi cara kamu yang paling menarik untuk saya bahas...
Dimana, kau mengartikan cinta dengan sudut pandanganmu. Kau boleh berkata -kata dengan sesuka hatimu diluar kontrolmu bahkan alam bawah sadarmu. Inilah kebebasan terselubung yang kau nikmati namun disisi lain hatimu harap-harap cemas, jika semua terbongkar.
Kau tidak bisa menaklukan, karena aku tahu kamu sebenarnya lemah dan tidak bisa pertanggung jawabkan.
Inilah tulisan saya dedikasikan buat anda untuk terakhir kalinya, ibarat air dalam gelas sudah tertumpah, sudah saatnya saya mengakhiri menanggung beban terlebih ruang hati yang terbuka untuk percaya kata-kata manismu.
Saya tidak bisa mempertahankan otonomi anda, dimana saya dapat meng-akses untuk memperoleh kesenangan hati yang instan.
Terima kasih