Sabtu, 18 Februari 2012

Kemana dan Apa yang Harus Aku Lakukan?

Tidak ada yang perlu disesali. Tidak ada yang perlu diratapi. Semuanya harus terjadi. Bukan saatnya lagi kami memikirkan diri sendiri, tetapi keluarga kami juga menuntut untuk dipikirkan. Hanya ada satu kalimat yang kulontarkan saat itu:

“kemana pun Tuhan mengirimku, apa pun yang Tuhan ingin aku lakukan, maka akan aku lakukan.”

Itu bukan kalimat putus asa. Mungkin melihat konteks yang terjadi, yaitu saat perjuangan kami harus dipupuskan, maka kalimat tersebut terkesan putus asa. Tetapi aku tidak putus asa. Aku hanya pasrah dan menyerahkan diri pada Tuhan saat semuanya harus terjadi. Dan aku siap diutus Tuhan kemana saja untuk melakukan apa saja.


Tetapi kalimat itu menjadi suatu karunia bagiku. Tuhan tidak cuek, malahan Tuhan mendengarkan kalimat yang kulontarkan dan Tuhan memberikan yang terbaik bagiku. Sungguh, kerelaanku terhadap perjuangan dan pengorbanan selama 3 tahun lebih ternyata tidak sia-sia. Semuanya berakhir dengan indah. Tuhan memberikan resolusi yang terbaik. Hanya dengan penyerahan diri sepenuhnya menjadikan Tuhan berkenan memberikan berkat dan rahmatnya. Dan itu sangat nyata.

Indahnya adalah bahwa semuanya itu masih terkait dengan sahabat seperjuangan. Dialah yang membawa perubahan itu dalam kehidupanku. Rupanya lewat dialah berkat Tuhan mengalir. Dan semua perjuangan dan pengorbanan bertahun-tahun kami ditukar dengan sesuatu yang baik. Terlalu egois jika aku mengatakan pertukaran itu tidak sepadan. Yang aku pikirkan adalah bahwa aku harus menepati janjiku, yaitu: “kemana pun Tuhan mengirimku, apa pun yang Tuhan ingin aku lakukan, maka akan aku lakukan.” Apa pun itu!

Dan kini di tempat yang baru, aku berusaha tidak pernah mengeluh dan hanya bekerja dan berkarya yang terbaik. Aku percaya bahwa karyaku sebenarnya adalah karya Tuhan juga. Dengan demikian aku percaya bahwa semua karyaku tidak pernah akan sia-sia. Malah aku berharap agar semua karyaku ini dapat menjadi buah yang lebat dan enak dan memberikan manfaat yang besar bagi sesama. Karena aku tahu bahwa Tuhan memberiku aliran sungai yang mengalir tiada hentinya dalam hati dan kehidupanku.

Aku sangat bersyukur kepada-Mu, Tuhan. Terima kasih atas segala berkat, rahmat dan rejeki yang telah Kau limpahkan padaku, keluargaku, dan juga kepada para sahabatku sehingga kami benar-benar dapat merasakan kasih-Mu yang indah.

Amin.

Tidak ada komentar: