Sabtu, 18 Februari 2012

Endless

Ku tuliskan lagi kata-kata sepi...
ku ekspresikan tak henti-henti...
walau sangat tak berarti...
Ingin melepaskan risaunya hati...
tentang kenangan mati...
yang terus membayangi dalam mimpi...
Bila ku ingat kembali...
hatiku kepadamu yang masih abadi...
betapa perihnya tertancap olehmu bagai Duri...

Aku berenang di lautan darah,
ketika penyesalan terbesar menjadi sejarah.
Hingga air mata hadir dalam sunyi,
yang menetes-netes tiada henti.

Aku memandang langit yang tiada batasnya,
mencari wajahmu , aku yang seolah mengembara.
Hingga tak nampak membuat perasaan tersiksa setengah mati,
saat hasrat ingin mndekapmu kembali.

Rasanya mau menunggumu hingga akhir hayat,
di luar duga kereta hatimu telah lama berangkat.
Meyusurii,
mencari,,
menemui kembali ke arah dia,
jiwaku lagi-lagi sedih dan iba.

Rindu,
tapi tak di rindukan...
Ingat,
tapi tak di kenang...
Mencinta,
sayangnya tak di cinta.
Menyadari suara tangis lantang terdengar.

Bosan aku merasakannya,
tak ingin menyatakan ketika kau tiba.
Melihat wajahmu lagi,
Kenyataan sederhana tapi menyakitkan di relung hati.




Ansyella

Tidak ada komentar: