Senin, 22 Juni 2015

Cerita musim Penghujan

Napas berembus mengepul dari mulut saya dan seketika pula menghilang ditelan malam bulan Juni. Bulan yang telah lama dinanti untuk jawaban segala doa harapan, ternyata hanyalah sebatas angin malam yang hilang entah kemana arah perginya. Saya baru saja menjadi 'ex' dari seorang lelaki yang adalah teman semasa kecil yang memutuskan di awal oktober menjadi deman untuk hari-hari yang Tuhan telah anugerahkan. Keputusan kami tidak begitu menyakitkan atau sulit. Kami tahu, bahwa percakapan kami semalam selama kurang lebih 2 jam adalah percakapan berkualitas. Kami sadar, bahwa tidak bisa paksakan status kami sebelumnya, mungkin kami hanya mencoba selama kurang lebih setengah tahun. 
Ketika saya menutup mata (bukan untuk terlelap, tetapi kembali mengingat apa yang kami lakukan), tiba-tiba terlintas sesuatu dalam pikiran saya. Saya akhirnya paham betul apa yang diinginkan dari seorang dia. Saya bangkit dari tempat tidur dan mengambil buku harian periode February 2015-May 2015. Ternyata, kalimat curahan hati saya kepada Tuhan tentang pasangan ternyata ia tidak sama sekali mirip dengan apa yang saya tulis, katakan, dan doakan. Mengapa begitu? Saya bertanya lagi kepada diri sendiri, bahkan sesekali menghalangi untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tolol.

Napas saya terhenti sejenak, saya memahami sesuatu yang sebelumnya belum pernah saya mengerti. Saya ternyata tidak cukup pintar untuk bisa berhasil membawa hubungan spesial dengan seseorang dengan waktu yang cukup lama. Saya bahkan iri melihat teman saya bisa menikah dengan pasangannya yang masa pacaran hanya 5 bulan saja, bahkan ada pula teman saat seorang pria menyatakan cinta-nya bukan "maukah kamu jadi pacar-ku?" tapi sebuah pernyataan lembut tapi seolah-olah kuat dan optimis tidak akan goyah "maukah kamu jadi istri-ku?". 
Mungkin inilah yang menghalangi saya untuk memperoleh apa yang sesungguhnya saya inginkan dalam hidup dalam konteks "pasangan". Bukan karena saya 'tukang pilih' yang sebelumnya telah dilontarkan banyak orang. Tapi, saya tidak bisa menerima takaran (kata kasarnya, takdir) yang mungkin Tuhan ijinkan terjadi.

15 menit kemudian, ponsel kembali berdering dan nama-nya yang belum saya rubah terpampang jelas dilayar ponsel.
"Sye...?" kata dia tidak mengawali "hallo"
"Ya?" sahut saya mengambil nafas dalam-dalam
"Waktu yang telah kita buang, adalah waktu yang berharga kan? Tidak sia-sia bukan? Kalau kita tidak keseringan menelfon siang-malam mungkin kita tidak mengenal satu sama lain"
Ada kesunyian dalam pembicaraan di telepon itu.
"Iya..sukses kamu disana. Cita dan Cinta pastinya."
Kata saya sambil menyembunyikan isak tangis yang nyaris terdengar. 
"Hmmm...sudah, kamu tuh cewek kuat yang selama ini saya kenal. Masa kehilangan mama bisa kuat, trus kalau saya kamu gak bisa?"
"Hiddiiiiihhh...ya ampun, ge'err bingit."
"Hahaha...canda kok. Saya kasihan liat kamu. Sementara saya disini blablablabal"
(Maaf tidak bisa dilanjutkan. wkwk)

Dear Mr,
Dengan kata lain kita bisa bersama lagi dikemudian hari hanya melanjutkan hubungan pertemanan kita yang sempat terhenti. Sampai jumpa, sampai saya bisa melihat alasan utuh kita bisa lebih dari seorang saudara. I Los(v)e You Forever...

With someone who always remember you day by days.
Ansyella

Jumat, 05 Juni 2015

Exhibition stories from Manado Town Square

Dear all readers, here's another story about my "work life". Hehehe...
Mungkin, saya terlalu betah untuk berbagi cerita tentang pekerjaan saya. Padahal belakangan ini, saya sempat uring-uringan dan hilang arah gara-gara kerja yang gak ada habisnya dan selalu berpikir untuk hari esok "apakah masih ada lagi?". Emang benar kata BOS. Beliau pernah bilang kalau yang namanya seorang pemasaran, itu tidak sama dengan orang-orang yang kerja di back office. Setiap hari pasti berkhayal, biar bisa jualan banyak. Beda yang kerja dikantor yang "pasti-pasti" bekerja. 
But...puji Tuhan banget, saya dipercayakan untuk stand-by pameran yang ada di wilayah Mantos. Kalau saya kenang nih, awal May 2015 kemaren...saya sempat dilarang untuk stand-by toko, karena saya sendiri status karyawan sales direct selling. Dimana, sales akan penjualan langsung ke-instansi pemerintah dan swasta, so...it means Marketing Direct selling punya mobilitas cukup tinggi.

Briefing 03 May 2015

BM : "Selamat pagi teman-teman, harapan saya...diawal bulan ini. Kita dapat menunjukkan performance terbaik. Baik itu yang ada di devisi Credit, Marketing,  dan Collection. Meskipun clossing kemaren tidak sesuai yang saya harapkan, saya berikan apresiasi yang baik buat teman-teman yang sampai malam diakhir bulan kemaren. Untuk marketing, saya mau tanya nih, kemaren saya sempat OTS ke dealer-dealer yang ada di Mantos. Kok disana marketing kita (KreditPlus) cm Ansye? Padahal, dia bukan disitu tempatnya. Itu 'haram", karena dia ini marketing Mobile shop, ga bisa jaga stand toko"


Pada saat itu juga saya berpikir keras, dan gumam dalam hati "Lho? Emangnya mobile shop-nya efektif jalan ya pak?." But, biarlah semuanya pasti cuma menunggu kebijakan dari dia kedepan. Dan eeehhhh... Day by day

Krriiiing (telfon masuk dari BRO Maya) 02 June 2015

Maya: "Hallo Nsye, lagi dimana?"
Me: "Lagi dirumah ka May. Ada apa?"
Maya: "Jaga pameran music ya di Mantos 2. Ka Maya dengan BRO Faisal sibuk sekali dengan pameran yang ada di Megamall. Bapak (BM) minta Ansye bertanggung jawab untuk pameran ini. Kalau mau tanya program, nanti hubungi BRO Faisal neh?"

Padahal, BRO Maya dan BRO Faisal sendiri yang sebenarnya punya wewenang untuk bertanggung jawab untuk pameran yang ada di pusat-pusat perbelanjaan. 

Apa yang saya syukuri?

  1. Dipercayakan untuk memberi kontribusi untuk toko musik. Dan satu-satunya marketing dapat incentiv sendiri dari owner toko jika dapat membantu penjualan mereka selama pameran. And, good service from them. Dikasi fasilitas makan, ngemil, dapat tiket gratis nonton artis musik roland dari Italy (Lupa siapa dia! Haha), karyawan yang loveable bingits.
  2. Instan approval from credit team. Haha...
  3. Dapat nasabah yang sudah terseleksi. 
Tidak hanya pameran septim. Sebelumnya juga, saya jaga stand pameran MMS yang bekerja sama dengan Telkomsel di atrium Mantos, dalam rangka hari ulang tahun Telkomsel yang ke-20 tahun. Dan, tadammm..banyak promo-promo menarik yang ditawarkan. :)

So, be happy with what you do, you have, and be passionatelly curious the future and commit with your self(soul) as well. :)












" You don't have to love your job to be happy..."


Semangat terus,Ansyella Olviana 'fight' Kawahe

Rabu, 03 Juni 2015

That people makes me strong everyday.

Belakangan ini, tanpa saya sadar saya telah memilih variabel yang namanya resiliensi--- yang kalau di ilmu Psikologi itu artinya sebuah emotional stamina yang memungkinkan seseorang untuk bangkit ketika dia mengalami peristiwa traumatis, kemalangan, atau sesederhana sebuah kegagalan. Bayangkan saja 4 bulan barusan lewat, saya telah membuang energi positif menjadi kerugian yang sangat besar dalam diri. Saya mungkin orangnya sedikit melankolis, hati yang mudah tersinggung, terlalu berhati-hati, yang dampaknya dapat menghalangi untuk mencapai kehidupan yang memuaskan. Yeaahhh, it's ok lah akhirnya saya paham bahwa hidup tidak semulus paha para personil girl band terkenal Girl's generations. Haha... Ekpetasi tidak seperti yang saya bayangkan sebelumnya. Mungkin iya, tapi butuh perjuangan ekstra.

Kalau saya pelajari sedikit tentang resiliensi, harapan saya cukup sederhana. Dimana, saya bisa lebih resilien dalam menghadapi perjalanan hidup yang pasti up-down. Yang pada akhirnya saya belajar menghargai moment-moment buruk yang saya alami. This is only a beginning of what they called the real world.

Dan, puji Tuhan sekali saya tidak sendiri didunia ini. Punya rekan kerja yang tegur keras kalau memang saya keliru dalam mengambil option hidup. Hehe
Punya papa yang always available in every bad and good conditions. 
Tentang dia? Sudahlah jangan dibahas.

Sudah dulu ya, saya kalau mau teeruskan...yang ada pasti akan menitikan air mata sesekali bahkan akan deras turun. Haha maaf lebay!

Warm regards, Ansyella