Minggu, 22 Maret 2015

Moment(s) become story(ies)



Everyone needs to be resilient. I mean, no one live without problems. Everyone must have experienced failureno matter how much we try to run, it will happen at some point.

Kamis, 19 Maret 2015

Bagaimana cara untuk mencintai apa yang kita kerjakan, sekalipun dalam situasi yang sulit. :)



It's a 'hi' again for my dear friends. 2 hari dipanggil jadi wakil perusahaan di event Job Fair yang di adakan di M-Icon centre selama 2 hari is oveeerrr. Yeaay!!! Ternyata melelahkan juga, selain bagi-bagi brosur untuk peserta yang lagi mencari pekerjaan, disini saya juga ditugaskan untuk memperkenalkan perusahaan, juga tak sedikit pelamar yang meng-apply form langsung saya interview. Padahal, posisi kerja saya sendiri hanya mitra (marketing) dikantor. Kebetulan atasan langsung dari pusat (entah apa jabatan-nya dan saya kurang tahu job desk-nya apa) datang dan memberikan arahan gimana cara-cara mengetahui kebutuhan sesuai dengan porsi bagi si pelamar. Misalnya nih, si A latar belakang pendidikan strata 1 tapi gak punya pengalaman, yah dikasilah pilihan mau ikut pendidikan dari perusahaan selama 1,5tahun di Jakarta atau kalau mau pilih yg regular pilihan kerjanya mau gak mau harus berawal dari bawah dulu. Entah itu Surveyor untuk bisa naik jabatan jadi Credit Analyst, Marketing bisa naik jabatan jadi Supervisor Marketing, dan Collector untuk bisa naik jabatan jadi Head Coll. Untuk pilihan job jadi Admin, emang sangat susah karena kondisi nya full baik itu di cabang maupun di pos-pos cabang. Dan, bisa saya ambil kesimpulan bahwa yang namanya "CARI KERJA, SUSAAHHH"

Susah juga hanya bermodalkan pendidikan tinggi tanpa pengalaman, dan lebih susah lagi yang pendidikan standar tapi punya obsesi biar bisa kerja back office.

Sungguh pengalaman sebagai peserta event Job Fair, sedikit membukakan mata, hati, dan pikiran saya, bahwa... untuk menjadi sukses, ternyata butuh proses. Awalnya, saya berpikir yang datang pasti anak-anak SMU/SMK-Sederajat yang baru lulus sekolah yang mau cari kerja atau mereka yang sudah berpengalaman. Namun, pada kenyataannya malah terbalik, hasil akhirnya ternyata... mereka yang nota benenya punya latar pendidikan S1 bahkan sampe ada yang mau melamar jadi Administrasi Head dengan pendidikan S2- Magister hukum di Universitas Pelita Harapan. Itupun, setelah saya konfirmasi ke ka Yuli (Personal Admin), belum tentu juga diterima karena daya tampung untuk Admin is nothing.

Setelah event selesai, diperjalanan pulang saya sempat menittikan air mata. Yang ada dalam pikiran saya saat itu adalah, betapa bersyukurnya saya masih bisa bekerja bukan mencari kerja. Betapa bersyukurnya saya bisa hidup sampai sekarang karena bekerja. Betapa bersyukurnya saya bisa menikmati anugerah Tuhan lewat pekerjaan yang Ia percayakan pada saya. Relasi (baik itu dikantor maupun nasabah), pendapatan yang lebih dari cukup, bisa berbagi, tantangan dan cobaan datang silih berganti. Membuat saya mencintai dengan perusahaan saya dan pastinya apa yang telah saya kerjakan.

Kedepannya saya tidak tahu pasti, apakah saya masih memberikan kontribusi untuk perusahaan ini, tapi saya hanya mencoba mencintai apa yang saya kerjakan. Dengan begitu, saya yakin apapun tantangannya, bersama Tuhan pasti tidak ada yang mustahil. Yea, for God impossible is verryyy nothiingor God impossible is nothing.f

Rabu, 18 Maret 2015

Bangkit ayo bangkit!

Tak terasa, udah dipertengahan bulan Maret. Sebentar lagi, akhir bulan. Tau pasti kan yang namanya akhir bulan identik dengan istilah "tutup buku" bagi para pekerja yang bekerja diperusahaan swasta lokal maupun nasional. It meaaans, saya tidak capai target penjualan lagi untuk kesekian kalinya. Dan do you know, selama 2015 telah berjalan udah hampir 3 bulan, saya belum pernah capai target. Tanpa mau menyalahkan diri sendiri karena cara kerja dan saya yang tidak lagi disiplin, atau bahkan menyalahkan beberapa pihak yang juga berperan penting dalam karir saya sebagai marketing. Saya akhirnya merubah itu dengan kejadian yang sangat-sangat positif dan sebagai pembakar semangat untuk bangkit dari kegagalan. Bahkan, saya sudah menyusun beberapa strategi lain dari pada yang lain. Mau tau? Nanti kita liat aja. Haha
Dan pastinya, saya mau Tuhan yang mau mengendalikan dari ambisi saya. Bukan obsesi! Karena ini adalah tugas dan panggilan-Nya yang harus dan harus saya pertanggungjawabkan. Dan tak lupa, dukungan dan doa dari teman-teman juga sangat penting. Hehe

Salam semangat,
Ansye Kawahe

Kamis, 05 Maret 2015

Review: Dragon Blade

This is my first post about movie review. I'll try and let me explain... Enjoy! 


Maksud hati ingin pergi ke Cinemaxx, Lippo Plaza Kairagi. Namun apa daya lokasinya sangat jauh dengan pusat kota. Wow, i can't believe... It's been 6months i wasn't in movie theatre . Haha! Betapa katronya diriku ini. Dan, kebetulan ada pameran apkomindo yang disupport 2 leasing pembiayaan, saya pun punya waktu yang banyak bisa berada di Megamall dan punya waktu sesaat untuk beristirahat. Dan free time-ku ini saya manfaatkan untuk menonton film recomended by Agit (hehehe... :D). Yaaahhh ini dia,

Dragon Blade


Film ini sendiri dibintangi aktor laga fenomenal, Jackie Chan. Dan, tadaaaammmm... Beliau menggandeng salah satu anggota Boy Band asal Korea, Siwon Choi. Maybe, sebagai transformasi dari Siwon sebagai seorang penyanyi. Wkwk


Meskipun ceritanya berlatar mitos kota Regum, tetapi eksekusi film nya bagus dan karakterisasinya juga berkualitas. Soal tampilan film, yang pasti "kolosal" banget dan pemandangan Jalur Sutra dan padang pasir yang ditayangkan secara apik (edit maupun nyata). Tanpa mau bahas secara detil filmnya itu seperti apa, saya sebenarnya tipikal orang yang menilai film, dari makna atau pelajaran yang bisa kita ambil.

Pertama, Huo An (Jackie Chan) adalah seorang jendral menunjukan sikap kepemimpinan. Bukan merasa sebagai raja. Ini saya kaitkan dengan situasi yang ada pada saya saat ini, dimana, saya harus tunduk dalam perintah dan kalau gagal itu resiko saya sebagai seorang bawahan.
Ke dua, Huo An pantang menyerah. Sekalipun musuh sebanyak belalang dihadapannya, Ia punya keyakinan untuk bisa mengalahkan. Dan caranya, adalah berdamai. "Dapatkah kita menyelesaikan ini, dengan tidak saling menyakiti?"
Dan makna dari film ini adalah, pas ending-nya. Dimana, 2 orang ilmuan Asia yang bertugas mencari kota hilang ini sepakat untuk tetap menyimpan rahasia kota tersebut walau mereka sudah menemukannya. Bisa diterjemahkan, ini sebagai bentuk perlawanan bangsa Asia terhadap denominasi negara-negara barat yang selalu ingin menguasai.

So, i recomen to all of you for watch this nice movie. :)