Yang namanya kontroversi memang tidak terlepas sama kehidupan manusia. Termasuk saya sendiri. Saya sebenarnya rasa risih, kenapa hidup didunia ini harus ada hal tersebut. Tapi, setelah melewati pengalaman, peristiwa, kejadian yang banyak menguras emosi saya, saya justru sungguh bersyukur sekali bisa mendapatkan pelajaran berharga melalui kontroversi tersebut.
Bisa dikatakan belakangan ini saya bingung apa yang saya harus lakukan terhadap lingkungan yang orang-orangnya manis didepan, dibelakang justru tidak seperti yang mereka tunjukan kepada saya. Dimana saya menilai mereka sangat peduli sama situasi sulit yang tengah saya hadapi, namun ternyata kepedulian palsu justru modus mereka ingin lihat saya lebih jatuh lebih dalam lagi. Terus menerus ingin menenggelamkan diri mereka untuk ingin mencari tahu kejadian yang sebenarnya tidak seperti mereka mengira hal-hal negatif yang ada dalam diri saya. Ckckck! Padahal, pribadi mereka sendiri mencerminkan dengan apa yang mereka bilang terhadap pribadi saya. Sungguh ironis bukan?
Sampai sekarang saya masih berpikir... "manfaat mereka seperti itu terhadap diri mereka itu apa?"
Padahal, jauh sebelumnya saya sudah tahu cerita aib mereka.
Take a minute, kemaren... saya menyempatkan diri terus bilang sama diri sendiri. Bahwa, mereka adalah orang yang paling peduli terhadap saya. Mereka adalah orang-orang yang patut saya ucapkan terima kasih karena cibiran, kalau bukan mereka, saya tidak bisa meningkatkan kualitas hidup. Dimana, saya tidak perlu untuk menanggapi opini-opini murahan yang mereka telah lontarkan. Mungkin, itu yang menjadi kelebihan mereka.
"Tuhan Yesus, aku tahu...kehidupan yang Engkau anugerahkan tidak semanis yang aku bayangkan. Aku... yang Engkau ijinkan terjadi seperti ini mengajarkan aku untuk terus rendah hati seperti apa yang Engkau perbuat lewat pengorbananMu dikayu salib. Engkau maha Kuasa, Bapa dari semua umat manusia, Tuhan yang adalah satu-satunya jalan kebenaran dan hidup rela mati demi tebus dosa ku dan mereka. Ampuni mereka Tuhan, sejujurnya aku tidak mampu. Terlebih aku Tuhan... ampuni aku karena penilaian jelek mereka yang membuat aku tidak bisa terima. Roda kehidupan saya kedepan, Tuhan sudah menyiapkan yang terbaik. Saya percaya itu!
ini doaku Tuhan, Engkau dengar seruanku. Didalam namaMu, aku mengucap syukur untuk semua yang telah terjadi. Haleluyah, Amiiin"