Rabu, 08 Oktober 2014

Manado, masih summer

Beberapa waktu yang lalu saya memposting diakun twitter saya @ansyeOK "Manado masih summer saja.". Entah apa yang mendorong saya memposting tweet seperti itu, spontan saja karena kenyataannya kota ini benar-benar panas gila. Ini adalah rangkaian tulisan saya terakhir dihari ini, Rabu, 8 October 2014 ini.
Saya merasa, musim panas ini memihak kepada saya. Saya panas, saya difitnah. Saya panas, saya terima cibiran, hingga permukaan hati saya mengering. Namun, Tuhan Yesus sumber damai sejahtera, mampu membasahi hati kering saya. Dia berkata : "Kamu harus mampu untuk mengampuni lebih lagi. Harus!"

Being Marketing so wonderful :)

Hey guys, sorry for not posting anything lately. I’ve been busy because of my job and responsibility. Saya tidak punya waktu lagi untuk teman-teman yang setia membaca blog saya ini. Hahaha! padahal, kalian bisa lihat sendiri saya tidak punya follower di akun blog ini. Namun pada kenyataannya, saya sering terima telfon dari teman diluar sana "Ansye... masih update blog kamu khan?" atau, "Ansye... kenapa sudah jarang menulis?" bahkan satu teman yang tidak jauh sama saya "kehabisan akal ya Nsye, sampe udah tidak menulis lagi?" dan masih banyak lagi. Jadi, selama ini saya tidak pernah menerima komentar melalui akun blog, tapi terima melalui telfon atau sms. Oh ya... baru-baru saya terima sms "Makasi ya, terus terang aku terharu bacanya..." ooouuuuccch! LOL
In this side, speaking about my job. Mungkin, lanjutan Love My Job yang saya posting beberapa waktu yang lalu. Ok... biar kulanjutkan ya.
Bulan ini memasuki bulan yang ke-9, saya menjadi salah satu karyawan diperusahaan pembiayaan ternama di Indonesia. Yaitu, PT. Finansia Multi Finance atau yang biasa dikenal dengan KreditPlus. I'm calling this one is grateful in every conditions, good and bad is perfect combination. Tanpa perlu perpanjang dan menjelaskan good nya apa, dan bad nya apa, yang jelas pekerjaan ini sungguh menyenangkan. Saya belajar banyak hal. Salah satunya adalah, bertanggung jawab dari hal-hal terkecil ternyata membawa dampak positif ketika harus diberikan tanggung jawab yang besar. Pesan dari atasan saya juga sangat maknyos. He said : "Kalau ada masalah, jangan lari. Tapi harus dihadapi. Dengan begitu, kamu hebat bisa melewati masalah. Karena besok, kamu akan punya masalah yang lain lagi."
Selain itu, akhirnya saya memiliki relasi yang lebih banyak. Baik rekan-rekan ditoko/dealer kerja sama, dan nasabah-nasabah dari berbagai kalangan. Belajar mengahadapi sikap pelanggan, dsb. Saya katakan ini sangat menantang tapi menyenangkan, yang tak jarang bikin menyebalkan. For those of you who don't know whats the meaning how is wonderful be a marketing, buang jauh-jauh untuk berpikir menjadi tenaga pemasar adalah pekerjaan yang memalukan. Justru, marketing adalah ujung tombak maju atau tidaknya suatu perusahaan. Salary no limit, dan pastinya relasi yang banyak. Lebih ditekankan untuk menciptakan penjualan yang lebih banyak lagi. Seperti saya, yang menawarkan produk toko dan jasa yang langsung turun lapangan. Sasarannya adalah, kantor pemerintahan yang notabenenya adalah pegawai negeri sipil yang memiliki gaji tetap. Tidak menutup kemungkinan juga untuk perusahaan swasta yang karyawannya memiliki kapasitas pekerjaannya bagus (karyawan tetap, dan jabatan front office, juga marketing yang memiliki gaji tetap yang lama bekerja minimal, 1 tahun.)

So, that is all i can share for you about my job. Terus memberikan terbaik untuk diri kita melalui potensi terbaik yang sudah Tuhan beri lewat pekerjaan kita.


Semangat terus. :)

Kontroversi

Yang namanya kontroversi memang tidak terlepas sama kehidupan manusia. Termasuk saya sendiri. Saya sebenarnya rasa risih, kenapa hidup didunia ini harus ada hal tersebut. Tapi, setelah melewati pengalaman, peristiwa, kejadian yang banyak menguras emosi saya, saya justru sungguh bersyukur sekali bisa mendapatkan pelajaran berharga melalui kontroversi tersebut.
Bisa dikatakan belakangan ini saya bingung apa yang saya harus lakukan terhadap lingkungan yang orang-orangnya manis didepan, dibelakang justru tidak seperti yang mereka tunjukan kepada saya. Dimana saya menilai mereka sangat peduli sama situasi sulit yang tengah saya hadapi, namun ternyata kepedulian palsu justru modus mereka ingin lihat saya lebih jatuh lebih dalam lagi. Terus menerus ingin menenggelamkan diri mereka untuk ingin mencari tahu kejadian yang sebenarnya tidak seperti mereka mengira hal-hal negatif yang ada dalam diri saya. Ckckck! Padahal, pribadi mereka sendiri mencerminkan dengan apa yang mereka bilang terhadap pribadi saya. Sungguh ironis bukan?
Sampai sekarang saya masih berpikir... "manfaat mereka seperti itu terhadap diri mereka itu apa?"
Padahal, jauh sebelumnya saya sudah tahu cerita aib mereka.

Take a minute, kemaren... saya menyempatkan diri terus bilang sama diri sendiri. Bahwa, mereka adalah orang yang paling peduli terhadap saya. Mereka adalah orang-orang yang patut saya ucapkan terima kasih karena cibiran, kalau bukan mereka, saya tidak bisa meningkatkan kualitas hidup. Dimana, saya tidak perlu untuk menanggapi opini-opini murahan yang mereka telah lontarkan. Mungkin, itu yang menjadi kelebihan mereka.

"Tuhan Yesus, aku tahu...kehidupan yang Engkau anugerahkan tidak semanis yang aku bayangkan. Aku... yang Engkau ijinkan terjadi seperti ini mengajarkan aku untuk terus rendah hati seperti apa yang Engkau perbuat lewat pengorbananMu dikayu salib. Engkau maha Kuasa, Bapa dari semua umat manusia, Tuhan yang adalah satu-satunya jalan kebenaran dan hidup rela mati demi tebus dosa ku dan mereka. Ampuni mereka Tuhan, sejujurnya aku tidak mampu. Terlebih aku Tuhan... ampuni aku karena penilaian jelek mereka yang membuat aku tidak bisa terima. Roda kehidupan saya kedepan, Tuhan sudah menyiapkan yang terbaik. Saya percaya itu!
ini doaku Tuhan, Engkau dengar seruanku. Didalam namaMu, aku mengucap syukur untuk semua yang telah terjadi. Haleluyah, Amiiin"


Bagaikan bejana, siap dibentuk...
demikian hidupku, ditanganMu,
dengan urapan... kuasa rohMu,
ku dibaharui selalu,
Jadikan ku alat, dalam rumahMu...
inilah hidupku, ditanganMu,
bentuklah sturut, kehendakMu,
pakailah sesuai rencanaMu.
Ku... mau sepertiMu Yesus,
di...sempurnakan selalu,
dalam segnap jalanku,
memuliakan namaMu