Seperti yang temans ketahui, saya tipe orang kalau mau nonton/baca itu harus direfleksikan terlebih dahulu. Seperti film "Life of Pi" yang baru saya nonton beberapa minggu yang lalu dikost salah seorang teman saya. Kedatangan saya sebenarnya hanya untuk gabung dengan teman lainnya yang sebelumnya sudah janjian untuk makan rame-rame di kost teman saya ini. Sambil menunggu dia belanja, saya memilih untuk menonton film yang diangkat dari novel best seller. Dan, referensi seseorang dimasa lalu bukan filmnya. Tapi novel-nya sebenarnya. Wkwk
Life of Pi
All of life is an act of letting go but what hurts the most is not taking a moment to say goodbye.
... What hurts the most is not taking a moment to say goodbye.
Saya tidak akan menjelaskan jalan ceritanya, mungkin lebih menceritakan sedikit refleksi yang saya dapat dari film ini. Mau tidak mau, suka tidak suka, siapa diri kita atau siapa orang yang tepat disamping kita, kapan dan dimanapun kita harus setuju dan sepakat, kita Tetap bersama dengan keadaan yang Tuhan ijinkan terjadi dalam kehidupan kita. Itulah yang saya bisa terjemahkan (versi saya sendiri) dari cerita kehidupan Pi dan Richard Parker (seekor harimau) yang terapung disekoci selama 7 bulan di samudera luas.
Ditengah asyiknya nonton film ini, saya sempat membayangkan jika ini terjadi pada diri saya, yang ada...saya bakal nyerah dan membiarkan diri tenggelam atau membiarkan diri biar dimakan sama seekor binatang buas. Tanpa membiarkan diri dapat bertahan hidup dengan makan daging ikan mentah dan dapat menaklukan Richard Parker dengan cara yang luar biasa seperti yang telah dilakukan Pi pada saat itu.
Dan dalam kebersamaan dengan waktu yang cukup lama, akhirnya ada kata "good bye" dari Richard Parker dari kepergiannya menuju hutan semak-semak tanpa memandang Pi yang telah merasa kehilangan. Pi sedih lagi!
Doubt is useful, it keeps faith a living thing. Afterall, you cannot know the strength of your faith until it is tested.
Tuhan telah menemani Pi siang dan malam. Tuhan telah menjaga dan tidak membiarkan Pi seorang diri dalam menjalani kehidupan dengan semesta. Tuhan telah menjelma sebagai Richard Parker. Oleh sebab itu, percayalah dalam situasi sulit apapapun dalam kehidupan, Tuhan pasti menolong kita. Hadir dalam hidup kita.
